Aulia Library

koleksi buku dan berita dari media

Untuk Indonesia yang Kuat

Gambar diambil dari http://www.goodreads.com/book/show/10555378-untuk-indonesia-yang-kuat

Judul            : Untuk Indonesia yang Kuat : 100 Langkah untuk Tidak Miskin
Penulis        : Ligwina Hananto
Tebal            : 240 hlm
Terbit           : Cetakam III, Maret 2011
Penerbit      : Literati

Membaca buku ini membuat saya tidak nyaman. Ligwina Hananto menebalkan kekhawatiran saya tentang betapa tidak amannya kondisi finansial saya. Begitulah, kebenaran memang kadang menyakitkan🙂 Kebenaran yang dibawa buku ini bahkan membuat saya bertanya pada diri sendiri, “Apa iya saya sudah termasuk kelas menengah? Kalaupun iya, sepertinya kok kelas menengah yang mepet sekali ke bawah🙂 ”

Menurut Ligwina, kelas menengah adalah mereka yang punya mata pencarian, bisa beli buku, bisa makan di restoran, bisa beli baju bagus dan tas yang matching, bisa bayar pajak, bisa bayar zakat, dll (halaman 16). Mereka perlu dikuatkan karena mereka masih rentan untuk menjadi miskin jika tak pandai mengelola keuangannya. Padahal merekalah penopang ekonomi Indonesia yang seharusnya bisa meningkatkan kemampuannya sendiri maupun orang lain dalam menabung dan berinvestasi (halaman 18).

Nah, sekarang akan saya sebutkan beberapa hal penting dalam buku ini dan status terakhir saya (KUAT/BELUM KUAT) yang jadi alasan kenapa saya langsung deg-degan ketika selesai membacanya.

  1. Memiliki credit history yang sehat/ tidak pernah didatangi debt collector. Status : Kuat.
  2. Punya fana darurat yang dapat digunakan untuk bertahan hidup hingga satu tahun lamanya. Status : Belum Kuat
  3. Punya rumah sendiri, walaupun dicicil 15 tahun. Status : Belum Kuat
  4. Punya proteksi yang setimpal melalui asuransi murni. Status : Belum Kuat. Saya memang ikut asuransi (unit link), tapi membaca penjelasan Ligwina di web maupun twitternya yang tidak merekomendasikan unit link, saya jadi berpikir bahwa saya tidak punya pengetahuan yang cukup tentang asuransi yang saya ikuti. Ini jadi pekerjaan rumah buat saya untuk mencari informasi jenis asuransi yang tepat bagi saya.
  5. Proteksi untuk orang tua melalui asuransi dan dana kesehatan khusus untuk orang tua. Status : Belum Kuat.
  6. Berivestasi secara reguler di reksadana. Status : Belum Kuat. Saya tertarik, tapi saya belum benar-benar paham tentang reksadana. Jadi sekarang sedang mempelajarinya, termasuk dengan bertanya pada teman yang sudah terlebih dahulu berinvestasi di reksadana.
  7. Percaya pada pasar modal negeri sendiri. Status : Kuat.

Kurang lebih itulah beberapa hal yang menurut saya penting. Saya menghindari penggunaan status “TIDAK KUAT” di sini karena saya percaya masih ada cara dan waktu untuk membuatnya jadi KUAT. Saya tahu kalimat yang terakhir ini agak berlebihan, tapi sungguh saya tak bermaksud bersaing dengan para motivator itu :p Memang butuh kemauan dan upaya keras untuk mengubah status BELUM KUAT menjadi KUAT, dan saya berharap saya bisa melakukannya. Sempat terpikir juga untuk pakai jasa perencana keuangan untuk membantu saya menyusun rencana keuangan dan memberi rekomendasi yang saya perlukan. Tapi biayanya mahal nggak ya? Maklum, penghasilan saya segitu-segitu saja🙂

Tadi saya sempat googling tarif perencana keuangan, hasilnya ada di artikel ini. Berikut saya kutipkan isinya :

Perencana keuangan Aidil Akbar Madjid, pemilik Akbar’s Financial Check Up mengatakan, setiap orang mampu mendapatkan layanan perencanaan keuangan. Mulai karyawan dengan gaji Rp 2 juta per bulan hingga eksekutif dengan penghasilan puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Perencana keuangan Ligwina Poerwo-Hananto juga menjelaskan bahwa tarif perencanaan keuangan bervariasi tergantung kebutuhan klien. Bisa hanya dengan konsultasi per jam atau menyusun rencana keuangan dalam periode satu tahun, misalnya.

Sebagai gambaran, tarif konsultasi per jam dengan perencana keuangan mulai Rp 300.000 hingga Rp 750.000.

Setelah berkonsultasi, Anda bisa mengenali kebutuhan keuangan lebih teliti, termasuk dalam perencanaan keuangannya. Jika membutuhkan rencana keuangan praktis dan lengkap dalam kurun waktu satu tahun misalnya, QMFinansial milik Ligwina punya solusinya. Biayanya mulai Rp 7,5 juta – Rp 50 juta, kata Ligwina.

Jika Anda ingin mengecek kesehatan keuangan Anda, konsep pemeriksaan keuangan melalui lima indikator ala Akbar’s Financial Check Up bisa menjadi pilihan. Untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan keuangan ini siapkan biaya mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 3,5 juta.

Ada juga perencanaan keuangan yang dilakukan per kasus. Misalnya, Anda ingin menyiapkan dana pendidikan anak saja, atau dana pensiun saja. Kisaran tarif perencanaan keuangan per kasus ini mulai Rp 500.000 – Rp 1,5 juta, kata Akbar kepada Kompas Female. Sementara jika ingin perencanaan keuangan yang lebih komprehensif, siapkan anggaran di atas Rp 7 juta, lanjutnya. Lain lagi dengan konsep miniplan yang disebut Financial Check Up, dengan dua atau tiga tujuan keuangan yang ingin direncanakan. Biayanya mulai Rp 3,5 juta hingga Rp 7 juta.

Sumber : Berapa Sih Tarif Perencana Keuangan?, http://female.kompas.com/read/2011/02/16/13314997/Berapa.Sih

Baiklah, mulai sekarang mari berupaya jadi kelas menengah yang kuat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 18, 2011 by in Ligwina Hananto.
%d bloggers like this: